Technical Tips

Mengapa Dinding Retak…?

Retak pada dinding di suatu bangunan pastilah sudah sering kita temukan dan bisa dianggap suatu hal yang tidak mengherankan, akan tetapi tidak setiap orang mengetahui kenapa atau bagaimana sehingga dinding bisa retak. Secara umum, semakin lebar dan semakin dalam retak yang terjadi, semakin serius pula penanggulangannya. Jika kejadian ini terus berlanjut periksa dan pastikan terlebih dahulu penyebab retaknya agar penanggulangannya bisa optimal.

Secara teoritis, material penyusun suatu dinding yang terbuat dari bahan baku yang berasal dari alam seperti batu bata merah atau batako, plesteran dan beton, sebenarnya terdiri atas susunan partikel yang kecil-kecil. Secara alamiah bahan ini sebenarnya telah memiliki jutaan retak yang halus dan ketika terjadi pergerakan baik struktur maupun permukaan bidang, retak ini semakin terlihat jelas.

Retak ini bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah :

  1.  Proses muai susut material
  2.  Pergerakan struktur bangunan
  3.  Gempa bumi
  4.  Perkaratan pada logam
  5.  Pemakaian material tidak tepat

 

Proses Muai Susut Material

Muai susut suatu material disebabkan oleh proses pengeringan material tersebut, karena pada saat pengerjaan suatu bangunan banyak sekali digunakan air, seperti pekerjaan pengecoran beton, pemasangan bata, plesteran, acian sampai pengecatan. Sehingga pada saat proses pengeringan akan terjadi proses penyusutan. Sebaliknya, batu bata jika sudah lama justru akan terjadi pemuaian.

Retak akibat muai susut kerap terjadi pada sambungan-sambungan yang lemah seperti sudut-sudut pada jendela. Faktor lain yang dapat menyebabkan retak pada dinding akibat muai-susut, baik pada masa konstruksi maupun sesudahnya adalah siklus cuaca dari panas ke dingin dan sebaliknya. Hindari aplikasi pemasangan dinding pada terik matahari langsung maupun tiupan angin kencang karena dapat memperngaruhi proses pengeringan yang terlalu cepat yang dapat berimbas ke penyebab terjadinya retak. Bila kondisi cuaca tersebut diatas tidak bisa dihindari, berikan peneduh pada area kerja seperti dengan memberi perlindungan menggunakan terpal atau sejenisnya.

 

 

Pergerakan Struktur Bangunan

Retak struktural adalah retak yang diakibatkan oleh pergeseran struktur yang menopang dinding. Retak ini perlu diwaspadai karena jika dibiarkan terus menerus, akan berdampak pada kekokohan bangunan. Ciri-cirinya pun sangat khas, seperti retak yang ditandai dengan pola membentuk garis diagonal . Tetapi ada beberapa kasus cirinya agak berbeda, yakni garis retaknya mengikuti pola penyusunan bata.

Penyebab utamanya adalah akibat pergeseran struktur kolom, balok dan pondasi yang menyokong dinding. Ketika struktur kolom, balok dan pondasi bergeser atau turun, dinding yang tadinya diam seakan dipaksa untuk bergerak dan tertarik ke sana sini. Untuk menghindari hal ini pastikan sebelumnya daya dukung tanah terhadap beban yang akan dipikulnya sehingga konfigurasi struktur yang dirancang akan tepat.

Gempa Bumi

Retak jenis ini mengakibatkan retak hampir pada seluruh elemen bangunan, baik struktur maupun partisi bangunan.

 

 

 

 

 

Perkaratan Pada Logam

Logam yang disebut disini seperti besi baja sebagai perkuatan beton, kusen dari logam, akan berkurang daya dukungnya apabila logam-logam tersebut berkarat, terutama pada besi sebagai perkuatan beton yang tidak “terselimuti” secara sempurna. Untuk itu perkuatan yang menggunakan besi baja harus diselimuti beton dengan tebal minimum 20 mm dari permukaan. Untuk keperluan expose besi baja ini harus di galvanis. Retak yang disebabkan karat bisa diperbaiki hanya setelah karatnya dihilangkan.

 

 

 

 

 

Pemilihan dan pemakaian material yang tidak tepat

Pemilihan produk yang tepat guna adalah hal yang harus diperhatikan sebelum mulai melakukan pekerjaan. Kesalahan pemilihan maupun pemakaian produk dapat berpengaruh pada ketidak sempurnaan hasil yang didapat, salah satunya retak.  Secara teritis, kuat tekan material penutup dinding (seperti plester, acian,dll) harus lebih rendah atau maksimal sama besar dibandingkan dengan kuat tekan material penyusun dinding (seperti bata merah, batako, dll) untuk mencegah terjadinya retak. Retak akibat kesalahan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain :

- Pasir dengan kadar lumpur dan organik yang tinggi

- Kelebihan/kekurangan Semen pada komposisi campuran

- Kelebihan/kekurangan air pada saat pengadukan

- Persiapan dan material substrate yang buruk

 

Untuk menghindari hal-hal tersebut diatas, Drymix telah menyediakan produk-produk yang tepat guna yang tersusun dari material pilihan dan terukur. Kesalahan aplikasi maupun kesalahan pemakaian produk dapat dihindari dengan pengawasan berkala dilapangan sebagai bentuk pelayanan kami.

Untuk retak yang telah terjadi, Drymix memiliki beberapa pilihan produk untuk penanggulangannya, antara lain :

1. Drymix Crack Fill (untuk penambal retak pada permukaan plesteran dinding)

2. Drymix Crack Seal ( untuk penambal retak pada permukaan acian dinding)

3. Drymix Concrete Fill ( untuk perbaikan beton)

Dari semua yang telah disebutkan diatas, perancangan jenis dinding dan material penutupnya yang tepat untuk digunakan pada suatu bangunan merupakan hal yang penting dalam mengurangi terjadinya retak.